"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."
(QS. Ar-Rum: 21)
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, insyaaAllah kami akan menyelenggarakan acara pernikahan :
Ami Purwantiningsih
Putri dari Bpk. Asnawi Manaf (Alm)
& Ibu Wiji Lestari
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua sudah tersusun rapi oleh sang maha kuasa. Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita tidak akan jatuh cinta. Kami bertemu pada tanggal 2 Juni tahun 2020. Singkat cerita saya bermain kerumah rekan kecil saya dengan tujuan mengajak main, dan tak lama kemudian saya meminjam hp rekan saya disitulah saya melihat kontak calon pendamping hidup saya. Tidak ada yang pernah menyangka bahwa pertemuan membawa kami pada suatu ikatan cinta yang suci hari ini.
Pendekatan
Dipertengahan tahun 2020 tepatnya tanggal 2 Agustus kami memutuskan untuk komitmen karena memang tidak ada kata pacaran diantara kami tapi alam seakan terus berkonspirasi untuk menyatukan kami berdua. Mencintai seseorang tanpa bertemu setiap harinya adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati.
Lamaran
Seiring berjalanya waktu, obrolan ringan tumbuh menjadi cerita panjang yang hangat, perlahan, perasan itu semakin meyakinkan kami bahwa satu sama lain adalah jawaban dari segala doa-doa yang dipanjatkan. Kehendak-Nya menuntun kami pada sebuah pertemuan yang tak pernah di sangka hingga akhirnya membawa kami pada sebuah ikatan suci yang dicintai Nya, kami melangsungkan acara lamaran pada 6 September 2025, dengan disaksikan kedua orang tua dan segenap keluarga.
Pernikahan
Percayalah, bukan karena bertemu lalu berjodoh tapi karena berjodoh lah maka kami dipertemukan, kami memutuskan untuk mengikrarkan janji suci pernikahan kami dibulan April insya Allah. Sebagai mana yang pernah dikatakan oleh saydina Ali bin Abi Thalib "Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemukanmu". Dari restu kedua orang tua, kita memutuskan melanjutkan cerita ini ke langkah yang lebih serius, kami memulai babak baru, bukan lagi sekedar "Aku" dan "Kamu", melainkan "Kita". Bukan lagi sekedar cerita cinta, tapi janji untuk seumur hidup. Dan inilah kisah kami yang berlanjut menjadi ikatan suci.